65 Persen Muslim Indonesia Gak Bisa Baca Alquran, Begini Trik Belajar Mengaji yang Mudah

Wecome The Factory Of English di Situs Kami!

The Factory Of English – Penggunaan teknologi kecerdasan buatan (AI) sudah dilakukan secara masif. Sering digunakan sebagai metode pembelajaran yang efektif, salah satu teknologi tersebut digunakan untuk mempelajari bahasa. Di Indonesia, kajian Al-Quran juga sudah mulai menggunakan metode yang sama. 65 Persen Muslim Indonesia Gak Bisa Baca Alquran, Begini Trik Belajar Mengaji yang Mudah

Meski tidak umum, belajar membaca Al-Quran dengan bantuan kecerdasan buatan bisa lebih efektif dan efisien. Dengan bantuan kecerdasan buatan, kegiatan pembelajaran Alquran yang biasanya memerlukan pendampingan guru secara langsung atau tatap muka kini dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja. Ayo browsing untuk informasi lengkapnya.

Tidak dapat dipungkiri bahwa sebagian orang menganggap belajar membaca Al-Quran itu sangat sulit dan mempunyai tantangan tersendiri. Untuk bisa mengaji Al-Quran dengan benar dan baik, para pemula perlu memahami beberapa hal, mulai dari penggunaan huruf Hajaiyyeh, tanda baca hingga Tajwid. Mereka juga harus berlatih secara teratur dengan gurunya untuk mulai membaca Al-Qur’an. Taylor Swift Jual Jet Pribadi di Tengah Skandal Kasus Pelacakan Penerbangan

Sayangnya, tidak semua orang mempunyai kesempatan belajar Al-Quran dari seorang guru. Inilah sebabnya, meskipun beragama Islam, tidak semua umat Islam bisa membaca Al-Quran dengan benar. Faktanya, fakta yang diungkap pada tahun 2021 oleh Kumjan Paul Syafrodin, Ketua Yayasan Quran Indonesia, sangat mengejutkan. Dia mengatakan 65 persen umat Islam Indonesia tidak bisa membaca Al-Quran.

Tak ketinggalan, mantan Rektor Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin, Prof. Dokter. H. Sutarto Hadi, M.Si., M.Sc yang kini menjadi co-founder ngaji.ai, sebuah program pengajaran mengaji berbasis AI.

Ia mengatakan, pada tahun 2021, seorang dosen agama kampus yang ia awasi memperhatikan lebih dari 60 persen mahasiswa yang masuk tidak bisa mengaji. Berangkat dari kepedulian dan kepedulian terhadap pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang masih menjadi isu krusial di tanah air, Sutarto meluncurkan ngaji.ai. Sutarto mewujudkan ide aplikasi tersebut dengan perencanaan ekstensif sebelum peluncuran final.

“Yang terpenting pembelajaran mengaji tanpa guru tetap berkualitas dan akurat,” ujarnya, Jumat, 2 Februari 2024.

Sutarto memilih ide pengembangan aplikasi sebagai cara yang paling efektif karena mudah diakses melalui alat tersebut. Ia meyakini gadget kini sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan manusia.

Ia menambahkan, “Melalui aplikasi ini, kami berharap pengguna bisa belajar membaca Al-Qur’an kapan saja, di mana saja. Bahkan, mereka bisa mengatur waktunya sendiri.”

Untuk merealisasikan ide tersebut, Sutarto mulai mencari mitra yang bisa bersama-sama membangun aplikasi tersebut. Setelah memulai program peningkatan bahasa Inggris bagi mahasiswa ULM yang bekerja sama dengan PT Novo Indonesia Belajar (Vokal.ai), hal serupa juga terpikirkan olehnya ketika ingin membuat program pelatihan Alquran.

“Saya yakin Vokal.ai adalah mitra yang tepat untuk membangun aplikasi ini,” jelas Sutarto. “Mereka memiliki teknologi yang unik dan terbukti.

CEO Vokal.ai Martin Inter mengaku antusias saat Sutarto bertemu dengannya dan mengutarakan keinginannya untuk membuat program pelatihan Alquran bersama perusahaan yang dijalankannya.

“Saya dibesarkan di Belanda oleh keluarga Indonesia dan saya juga mempelajari Panchak Silat (yang merupakan salah satu warisan budaya Indonesia). Bahkan, saya pernah memiliki sekolah Panchak Silat di Belanda. Pengalaman-pengalaman inilah yang membentuk kedekatan emosional saya dengan Indonesia. Dan hal itu mendorong saya untuk ingin melakukan sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat Indonesia.” 65 Persen Muslim Indonesia Gak Bisa Baca Alquran, Begini Trik Belajar Mengaji yang Mudah

Kedua sahabat yang sama-sama lulusan University of Twente ini semakin semangat dan yakin ji.ai bisa diterima dengan baik oleh masyarakat setelah dilakukan kajian Vokal.ai pada tahun 2021. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa 95% umat Islam Indonesia menganggap membaca Al-Qur’an merupakan keterampilan yang penting. Selanjutnya, 71% orang tua di Indonesia ingin anaknya belajar mengaji dengan benar.

Sayangnya, kehadiran guru besar Quran belum bisa memenuhi kebutuhan tersebut. Selain itu, preferensi siswa mungkin berbeda. Melalui teknologi pengenalan ucapan otomatis (ASR) yang dikembangkan oleh Vokal.ai, pengguna aplikasi mendapatkan umpan balik langsung dan akurat mengenai pengucapan dan pengucapan seolah-olah mereka sedang belajar dengan guru di mana saja, kapan saja.

Aplikasi ini juga menyediakan konten yang bervariasi dan konsisten sehingga pengguna dapat meningkatkan kualitas pembelajaran. Ini juga mencakup berbagai fitur. Selain belajar membaca Al-Quran, pengguna juga dapat menumbuhkan semangat kompetitif dan pembelajaran yang sehat berkat fitur leaderboard Tadarus beserta latihan bacaan suara dan doa. Dua wanita Muslim dilarang menghadiri acara kampanye Joe Biden-Kamala Harris Dua wanita bercadar ditolak masuk ke acara kampanye Presiden Joe Biden dan Wakil Presiden Kamala Harris minggu ini di Nevada. The Factory Of English 4 Februari 2024